Dampak Fast Food dan Junk Food Bagi Kesehatan
Selama ini ada salah pengertian soal Fast Food. Ternyata tidak semua Fast Food buruk bagi tubuh kita. Menurut Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Hardinsyah MS., pengertian fast food adalah segala makanan dan minuman yang bisa kita makan dalam waktu cepat dan singkat (Hidayah 2012).
Menurutnya, Fast Food dapat dibagi dalam tiga kategori. Pertama, yang memiliki dampak buruk karena banyak kandungan garam, lemak, dan gula yang tinggi. Kedua, yang tidak memiliki dampak baik ataupun buruk. Ketiga, kategori yang baik dikonsumsi sebagai sumber energi dan kesehatan tubuh.
Jenis makanan cepat saji yang menyehatkan bagi tubuh menurut Hardinsyah diantaranya adalah pecel atau gado-gado. Makanan tradisional tersebut termasuk jenis fast food karena penyajiannya yang cepat dan sangat bagus dikonsumsi karena mengandung sayur-sayuran. Oleh karenanya, tidak semua Fast Food buruk bagi kesehatan.
Sedangkan Junk Food yang termasuk Fast Food kategori pertama banyak mengandung minyak, lemak (terutama lemak jenuh dan minyak trans), memiliki rasanya asin karena banyak garam, dan terlalu manis karena banyak gula, jelas merupakan makanan yang tidak sehat jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama. Makanan yang mengandung garam berlebih menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hipertensi. Demikian juga makanan yang mengandung gula berlebih menjadi salah satu faktor penyebab obesitas. Dan makanan yang mengandung lemak berlebih menjadi faktor menyebabkan kegemukan dan kadar kolesterol jahat (LDL) meningkat.
Gorengan
Golongan makanan ini kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak atau minyak dan oksidanya tinggi. Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, penyakit jantung koroner. Dalam proses menggoreng banyak terbentuk zat karsiogenik, dimana telah dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka yang mengonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi dari yang tidak atau sedikit mengonsumsi makanan gorengan.
Makanan kalengan
Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampir seluruhnya dirusak. Kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat. Nilai gizinya jauh berkurang. Makanan kalengan lainnya juga banyak mengandung garam nitrit yang dapat menyebabkan kanker juga mengandung pengawet atau pewarna yang memberatkan beban hati.
Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pankreas. bersamaan dengan tingginya kalori dapat menyebabkan obesitas.
Makanan ringan asin
Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, yang dapat mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menambah beban ginjal. Bagi pengonsumsi makanan asinan tersebut, bahaya hipertensi dapat terjadi. Terlebih pada proses pengasiann sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan. Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lendir lambung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinu mengonsumsi makanan asin kemungkinan dapat terkena radang lambung dan usus.
Minuman soda (Soft Drink)
Minuman bersoda mengandung kada natrium yang tinggi dan gula sederhana yang juga tinggi. Mengkonsumsi minuman ini dalam jumlah yang berlebihan dapat memicu berbagai penyakit seperti, gagal ginjal, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
Banyak faktor yang membuat para remaja lebih memilih mengkonsumsi Fast Food (kategori Junk Food) antara lain kesibukan orang tua khususnya ibu yang tidak sempat menyiapkan makanan di rumah sehingga remaja lebih memilih pembeli makanan diluar. Lingkungan sosial dan kondisi ekonomi juga berpengaruh dalam perilaku konsumsi remaja di Indonesia. Selain itu, penyajian Fast Food yang cepat dan praktis tidak membutuhkan waktu lama, rasanya enak, sesuai selera dan seringnya mengkonsumsi Fast Food dapat menaikkan status sosial remaja, menaikkan gengsi dan tidak ketinggalan zaman.
Melihat perilaku konsumsi yang terjadi, masyarakat perlu mengetahui dampak yang diakibatkan oleh pola konsumsi yang terlalu berlebihan terhadap Junk Food. Semenjak maraknya gerai Fast Food di Indonesia, tingkat prevalensi obesitas berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (Surkesnas) setiap tahun semakin meningkat.
Hasil survei nasional yang dilakukan pada tahun 1996/1997 di ibukota seluruh provinsi di Indonesia menunjukkan bahwa pada kelompok umur 18 tahun ke atas, mengalami overweight sebesar 8,1% pada laki-laki dan 10,5% pada perempuan sedang yang menderita obes pada laki-laki 6,8% dan perempuan 13,5%. Menurut Depkes tahun 2001, melaporkan bahwa pada kelompok umur 40-49 tahun yang mengalami overweight dan obesitas pada laki-laki berturut-turut adalah 24,4% dan 23% sedang pada perempuan berturut-turut sebesar 30,4% dan 43,0%. Semakin tahun nilai prevelensi obesitas di Indoensia semakin meningkat (Sihombing M 2010). (RAP)
Sumber : https://berandainovasi.com/fast-food-junk-food-dan-dampaknya-bagi-kesehatan/

Sangat bermanfaat bangettt,makasih
BalasHapusiyaa terimakasih mbak
HapusMantoooop pisan ini mah
BalasHapusterimakasih mas, mantopp
HapusAtur pola makan seimbangkan ajaa 👌
BalasHapusnah betul tuh mbakk
HapusTerima kasih infonya
BalasHapusiya terimakasih, ini sudah menjadi tugasku mbak hehe
HapusDuh tapi enak sih junk food:(
BalasHapusiya kita boleh mengonsumsinya, asalkan tidak terlalu sering.
HapusEnak tapi gak sehat yaa😪
BalasHapusasal imbang saja makannya
HapusKeren nih artikelnya, biar gak kebiasaan makan makanan junkfood
BalasHapusIyaa jan lupa diterapkan
HapusSetuju tuhh
BalasHapusmantoppp ya kak
HapusEnakk karena sudah praktiss hehe
BalasHapustapi berbahaya kan
HapusMantap nih
BalasHapusmantopp
HapusYaaa jadi, aku ga bisa makan jangfood lagi dong:(
BalasHapusbisa kak, asal jangan keseringan
Hapusmakanan kesukaan kuu ituuu:( berarti harus dikurangi yaa
BalasHapusiya betul sekalih kak
HapusLalu bagaimana dengan burger apakah itu memeberikan bahaya pada kesehatan atau tidak?
BalasHapusbagus pertanyaannyaa kak, nnti saya jawab ya
HapusTerimakasih informasinya
BalasHapussudah tugas saya kak hehe
HapusSetelah baca ini jadi pikir2 dulu klo mau makan junk food duuuh wkwk
BalasHapuswah harus mengurangi nih, padahal enak :(
BalasHapusWahh junk food favoritku:( terimakasih infonya
BalasHapusmanfaat artikelnya
BalasHapusAlhamdulillah jarang yang kaya gitu, paing cilor hehe
BalasHapusTernyata junk food walaupun praktis tetapi lebih banyak berbahayanya ya
BalasHapusKalo misalnya mamah ga masak gimana atuh? karena junk food lebih praktis wkwkw
BalasHapus